ANTREAN panjang kendaraan angkutan barang dan penumpang di SPBU Berkoh
Purwokerto Selasa (9/4/2013). Sopir kendaraan harus antre selama dua jam
hanya untuk mendapatkan jatah solar 25 liter
bagi kendaraan angkutan kecil dan 50 liter kendaraan angkutan besar.*
PURWOKERTO, (PRLM).- Kelangkaan solar di Banyumas Jawa Tengah makin
parah, tidak sedikit angkutan bus dan truk tidak beroperasi karena tidak
mendapat solar. Jika ada mereka harus antre selama berjam-jam untuk
mendapatkan jatah solar antara 25 sampai 50 liter.
Sejumlah SPBU di Purwokerto Selasa (9/4/2013) diserbu ankutan barang
dan bus, antrean kendaraan mengular menyebabkan kemacetan panjang
disejumlah titik. Antara lain di SPBU di Patikraja, SPBU di Tanjung,
Purwokerto Barat, SPBU di Jl Overste Isdiman dan SPBU Berkoh, Purwokerto
Selatan.
Seger (43) salah seorang pengemudi bus jurusan Purwokerto-Cirebon
mengaku, sebenarnya hari ini giliran untuk berangkat, namun karena
belum mendapat solar terpaksa libur. Kesempatan tersebut digunakan
untuk mencari solar. "Hari ini tidak narik dulu tapi mencari solar,
setelah dapat baru narik. Saya dapat solar dari SPBU setelah antre
selama satu jam," terangnya.
Sementara Tukiman (45) sopir angkutan beras ke Bulog mengaku, akibat
solar sulit di cari maka pasokan beras ke Bulog menjadi tersendat.
Biasanya dia bisa kirim beras sehari dua kali, namun karena tidak ada
solar maka pasokan menjadi tersendat, sehari hanya satu kali kirim.
Petugas SPBU Berkoh mengaku solar cepat sekali habis, disamping
konsumennya membludak, pasokan dari Depo Maos Cilacap dikurangi sebesar
50 persen. Biasanya dalam dua hari mendapat pasokan 16.000 liter saat
ini hanya dapat 8000 liter per dua hari, itu pun kadang telat. "Sehingga
ketika ada kiriman datang terjadi antrean panjang, solar subsidi habis
hanya beberapa jam," kata petugas SPBU.
Penasihat Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies
(ASITA) Banyumas Didi Rudianto mengatakan pembatasan pembelian solar
bersubsidi dikeluhkan oleh pengusaha biro perjalanan wisata. "Dalam
beberapa pekan terakhir, pembelian solar bersubsidi di SPBU (stasiun
pengisian bahan bakar umum) dibatasi. Satu bus pariwisata hanya boleh
membeli solar bersubsidi maksimum sebanyak 50
liter," katanya.
Solar sebanyak 50 liter itu hanya mampu menempuh perjalanan sekitar
150 kilometer, sedangkan di SPBU berikutnya belum tentu masih tersedia
solar bersubsidi.
Sementara, Penasihat Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda)
Banyumas Sutanta mengakui, sekarang ini banyak kendaraan yang
dikandangkan, karena sulitnya mencari solar. “Pengusaha mengeluh,
karena banyak sopir yang akhirnya tidak berangkat karena sulitnya
mendapatkan solar,” ujar Sutanta. (A-99/A-147)***
source http://www.pikiran-rakyat.com/node/230355

Tidak ada komentar:
Posting Komentar